Minggu, 16 Oktober 2011

Ada "Pungli" di Makam Keramat Luar Batang

Ada "Pungli" di Makam Keramat Luar Batang:


JAKARTA, CAKRAWALANEWS.COM - Satu lagi tempat dan warisan bersejarah, yang sampai sekarang masih berdiri kokoh dan menjadi bukti kejayaan Islam di Jakarta.



Yaitu, Masjid Luar Batang yang kini usianya telah mencapai tiga abad lebih. Hingga kini, Masjid Luar Batang menjadi saksi peradaban Islam di daerah yang dahulunya bernama Sunda Kelapa.



Seiring berjalannya waktu, masjid tersebut seolah menjadi masjid keramat yang hingga saat ini masih banyak dikunjungi masyarakat.



Setiap harinya makam Keramat Luar Batang tidak pernah sepi dari pengunjung. Terlebih di saat malam Jumat khususnya pada malam Jumat Kliwon atau disaat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di mana pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang.



Namun sayang, enam bulan terakhir ini para pengemudi Bus yang datang dan memarkirkan kendaraannya disekitar area Masjid Makam Keramat Luar Batang, tepatnya diwilayah RT01, RT07 dan RT 08 mengaku resah oleh ulah oknum yang mengaku sebagai sekuriti PT Pluit Sakti Kharisma dan Jakarta Propertindo (Jakpro), yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) terhadap kendaraan mereka yang sedang parkir.



Yanto (45 tahun) nama samaran, pengemudi Bus yang sering mengantarkan rombongan peziarah ke Makam Keramat Luar Batang, mengakui, bahwa ada oknum sekuriti disekitar area makam yang dikordinatori oleh Jamaludin Tujuh alias Daeng Tujuh, yang kerap melakukan pungutan liar dengan alasan uang parkir dan keamanan. “Tapi masak uang parkir sampai tiga kali tarikan,” ujar Yanto di Jakarta, Minggu, (16/10) sore.



Yanto bercerita, ketika kendaraan Bus kami baru diparkirkan saja, mereka sudah meminta biaya parkir sebesar Rp 25 ribu. Belum lama berselang, ada lagi yang minta Rp 5 ribu. Ditambah lagi ketika kendaraan Bus kami keluar dari lokasi parkiran yang ada di Jl. Proyek Muara Baru, ada lagi yang minta sebesar Rp 5 ribu. “Inikan keterlaluan, buat apa coba?," tanya Yanto.



Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada Ketua RW setempat. Faisal selaku ketua Rukun Warga (RW03) Luar Batang, Penjaringan Jakarta Utara, membenarkan adanya pungli disekitar area makam yang dilakukan oleh oknum sekuriti.



Pengaduan itu diterimanya langsung dari para pengemudi Bus yang datang mengadukan ke kantor sekeretariat RW. “Kami pengurus RW setempat sudah sering menerima keluhan dari pengemudi Bus yang datang dan memarkirkan kendaraannya disekitar area tersebut,” ujarnya.



Dari pengaduan para awak Bus bahwa yang melakukan pungli adalah para oknum sekuriti Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Pluit Sakti Kharisma. “Menurut pengaduan para pengemudi Bus, sekuriti di kedua gudang itu kerap melakukan pungutan biaya parkir diatas kemampuan mereka," ujarnya.



Bahkan, kata Ical sapaan akrab Pak Ketua RW, ketika rombongan Bus Pemko Jakarta Utara yang sedang berkunjung ke Masjid Keramat Luar Batang dalam rangka kunjungan 12 Jalur Destinasi Wisata Pesisir Jakarta Utara, yang salah satunya Masjid Keramat Luar Batang, masuk dalam program Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, tetap saja mereka pungut biaya parkirnya.



“Sampai-sampai Pemko Jakarta Utara melalui Lurah setempat menegur kita selaku pengurus RW, dikira kita yang melakukan pungutan liar tersebut,” terang Faisal.



Menurut Faisal, memang keberadaan kendaraan yang selama ini parkir didaerah itu berada disekitar area gudang mereka. Namun, Parkirnya kan bukan didalam gudangnya. Ada pun kami yang selaku pengurus wilayah yang lebih punya hak untuk melakukan pungutan retribusi parkir diwilayah itu.



"Karena jalanan yang dulunya tidak bisa dilewati apalagi untuk diparkiri kendaraan Bus, sekarang sudah bagus berkat hasil masukan dari pengurus wilayah dan warga, melalui proposal ke Pemko Jakarta Utara yang pembangunan jalannya langsung dikerjakan oleh PT Bina Karya," jelasnya.



Rencananya, kata Faisal, pengurus Rukun Warga setempat akan membuatkan karcis retribusi parkir untuk kendaraan Bus rombongan peziarah yang datang berkunjung ke Makam Keramat tersebut, agar kedepannya kami tidak lagi kesulitan untuk mencarikan dana perbaikan bila jalanan tersebut sampai rusak dan tidak bisa lagi untuk dilewati," Katanya.



Sejarah Makam Keramat Luar Batang



Masjid Luar Batang didirikan pada tahun 1735 oleh ulama muda asal Madhramaut, Yaman Selatan bernama Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus, yang jika dirunut silsilahnya masih keturunan Nabi Besar Muhammad SAW. Sebelum menjadi masjid, Masjid Luar Batang hanyalah sebuah musholla. Namun, seiring perjalanan waktu, dan semakin banyak masyarakat yang datang untuk memanjatkan doa, mushola itu kemudian diubah menjadi Masjid Luar Batang seperti keberadaannya saat ini.



Hingga kini, Masjid Luar Batang telah dua kali mengalami pemugaran. Berlabuhnya Habin Husein bin Abu Bakar Alaydrus di pelabuhan Sunda Kelapa kala itu bersama-sama dengan para pedagang asal Gujarat, menjadi awal mula lembaran kehidupan di Kampung Luar Batang.



Daerah kecil di pesisir laut Sunda Kelapa ini kemudian menjadi persinggahan Habib Husein pada tahun 1735. Di tahun itu pula-lah, Habib Husein membangun sebuah mushola sebagai tempat peribadatan. Di mushola itu, Habib Husein mulai berdakwah hingga akhir hayatnya yakni pada tahun 1756. Beliau, kemudian dimakamkan tepat di depan musholla.



Setelah wafat aktifitas musholla tidak berakhir begitu saja. Dakwah dan syiar agama Islam kemudian dilanjutkan oleh murid-murid Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus. Bahkan, area tempat peribadatan itu makin ramai dikunjungi peziarah yang datang dari berbagai daerah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus.Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar